Aging Bucket Anda Mungkin Cuma Label
Hampir semua tim penagihan punya aging bucket. Yang membedakan hasilnya bukan cara membaginya, tapi apa yang terjadi ketika debitur pindah dari satu bucket ke bucket berikutnya.
Setiap tim collection yang kami temui punya aging bucket. Pembagiannya rapi, biasanya per tiga puluh hari, dan selalu ada di laporan bulanan.
Tapi kalau ditanya apa yang berubah ketika sebuah akun pindah dari DPD 30 ke DPD 31, jawabannya sering menggantung.
Di situlah letak persoalannya. Aging bucket, atau pengelompokan debitur berdasarkan berapa hari tunggakannya lewat jatuh tempo, gampang dibuat dan gampang dipajang. Yang sulit adalah membuatnya benar-benar melakukan sesuatu.
Bucket yang tidak memicu apa pun cuma pewarnaan laporan
Bucket punya nilai karena satu asumsi: semakin lama tunggakan, semakin kecil peluang tertagih, dan semakin berbeda cara menanganinya.
Orang yang telat tiga hari biasanya cuma lupa. Satu pengingat singkat sudah cukup, dan sebagian besar dari mereka akan bayar tanpa perlu dibujuk. Orang yang menunggak empat bulan sedang menghadapi hal yang sama sekali berbeda. Mungkin usahanya berhenti. Mungkin dia sudah memutuskan berhenti membayar. Menelepon keduanya dengan naskah yang sama, prioritas yang sama, dan agen yang sama adalah cara paling halus untuk membuang sumber daya di satu sisi sambil kehilangan uang di sisi lain.
Kalau perpindahan bucket tidak mengubah prioritas antrean, tidak mengubah siapa yang menangani, dan tidak memicu eskalasi apa pun, maka bucket Anda bukan alat operasional. Dia cuma kolom di spreadsheet yang warnanya berubah.
Umur tunggakan berubah tiap hari, laporannya tidak
Ada masalah yang lebih membosankan tapi lebih merusak: kesegaran data.
DPD bertambah satu setiap hari, otomatis, tanpa menunggu siapa pun. Tapi di banyak tim, antrean pagi disusun dari file yang ditarik seseorang kemarin sore, lalu disortir manual, lalu dibagi lewat pesan.
Artinya agen bekerja dari potret masa lalu. Ada akun yang sudah bayar tapi masih ditelepon. Ada yang sudah pindah bucket tapi masih ditangani dengan cara lama. Dan tidak ada yang benar-benar salah, karena semua orang mengerjakan tugasnya. Datanya saja yang sudah kedaluwarsa sejak sebelum hari dimulai.
Selama penyusunan antrean masih bergantung pada manusia yang sempat, bucket Anda selalu terlambat satu hari dari kenyataan.
Ketika agen memilih sendiri, yang sulit selalu kalah
Beri seseorang daftar lima puluh nama tanpa urutan yang ditetapkan, dan dia akan mulai dari yang paling mudah. Ini bukan soal disiplin. Ini manusiawi.
Akibatnya bisa ditebak. Akun yang gampang dihubungi ditelepon berkali-kali. Akun yang nomornya susah, yang orangnya galak, atau yang sudah dua kali ingkar janji, terus tergeser ke besok. Dan besok berikutnya. Sampai bucketnya berpindah dan menjadi masalah yang jauh lebih mahal.
Antrean yang ditetapkan sistem bukan soal tidak percaya pada agen. Itu soal tidak menaruh keputusan prioritas di tangan orang yang sedang dikejar target harian.
Dua debitur di DPD yang sama bisa butuh perlakuan yang berbeda total
Ini batas yang perlu dijelaskan, karena bucket sering dianggap sebagai jawaban akhir.
Bayangkan dua akun, dua-duanya di DPD 45. Yang pertama sudah tiga kali menjanjikan pembayaran dan tidak satu pun ditepati. Yang kedua belum pernah benar-benar terhubung, karena nomor yang tercatat salah sejak awal.
Secara bucket, keduanya identik. Secara penanganan, tidak ada kesamaannya sama sekali. Yang satu butuh eskalasi dan mungkin kunjungan. Yang satu butuh nomor yang benar.
Umur tunggakan memberi tahu Anda seberapa mendesak. Riwayat interaksi, status janji bayar, dan hasil kontak terakhir yang memberi tahu Anda harus berbuat apa. Bucket menyusun urutan antrean. Konteks menentukan apa yang terjadi setelah tersambung.
Ujinya sederhana
Ambil satu akun yang minggu lalu pindah bucket. Lalu telusuri.
Apakah prioritasnya naik di antrean pagi berikutnya? Apakah ada orang berbeda yang menanganinya? Apakah pendekatannya berubah? Atau satu-satunya yang berubah cuma angka di laporan akhir bulan?
Kalau jawabannya yang terakhir, menambah agen tidak akan menolong. Yang perlu diperbaiki adalah jarak antara apa yang sudah Anda tahu dan apa yang benar-benar dikerjakan tim Anda pagi ini.
Menutup jarak itu yang kami kejar di Koda Collection. Bucket-nya bukan kolom laporan, tapi mesin yang menyusun ulang antrean setiap pagi, dan agen melihat riwayat lengkap akun sebelum menekan tombol panggil.
Bucket yang benar-benar mengubah antrean, bukan cuma label.
Aging bucket engine di Koda Collection mengelompokkan debitur per DPD dan menyusun ulang antrean setiap pagi, lengkap dengan riwayat interaksi di layar yang sama.
Lihat Koda Collection